Langsung ke konten utama

Menyeberang dengan SpeedBoat


Minggu kemarin saya melakukan perjalanan pertama kalinya dengan speedboat (selanjutnya di tulis speed saja - seperti halnya masyarakat disini mengejanya). perjalanan dari Tarakan menuju ke ibukota provinsi Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dapat ditempuh umumnya dengan dua moda, yakni darat dan laut (plus sungai). Penerbangan menuju Tarakan menggunakan pesawat jenis kecil saja untuk saat ini, yang sebenarnya harga tiketnya tidak terpaut jauh dengan speed yang 110 ribu sekali jalan.

Sebelum berangkat dari pelabuhan speed Tarakan, kami membeli tiket di loket setelah pintu masuk pelabuhan. Kendaraan pengantar dapat masuk hingga mendekati sandaran speed. ada banyak rute pilihan dari pelabuhan speed Tarakan, antara lain menuju Tanjung Selor, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung. semua rute tersebut merupakan rute terjadwal, artinya setiap jam nya ada speed yang menuju tujuan tersebut dan sebaliknya. Masyarakat umumnya memilih moda ini karena lebih jelas jadwalnya, dibandingkan dengan pesawat yang untuk saat ini hanya di jam atau bahkan hanya hari tetentu. speed yang saya naiki cukup besar. dengan daya tampung sekitar 40 orang. saya sengaja duduk dibangku paling depan, sebelah pengemudi (tepatnya nahkoda atau apa sebutannya :) ).


Perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. speed yang saya tumpangi menggunakan empat mesin, sesuai dengan ukuran dan kapasitas penumpang. Perjalanan dimulai dengan menyusuri laut yang memisahkan Tarakan dengan Pulau Kalimantan, sekitar setengah jam jam di laut memasuki muara sungai dengan beberapa rambu lalu lintas laut yang terpasang. Sesekali bersimpangan dengan speed lain membuat sensasi bergoyang akibat gelombang yang ditimbulkan. selanjunya speed menempuh sungai yang cukup lebar dengan rimbunan pohon. saya tidak tau persis nama sungai yang dilintasi speed menuju Tanjung Selor, hanya sungai (Sei) Kayan yang saya tau namanya berdasarkan peta :). menempuh perjalanan di atas sungai sangatlah menyenangkan. melihat kiri kanan masihlah hutan yang cukup rimbun. juga ditemui beberapa rumah yang menyendiri dan mengandalkan perahu kecil sebagai sarana penghubung. sesekali bersimpangan dengan perahu kecil maupun besar speed yang aku tumpangi sedikit mengurangi kecepatannya agar tidak menimbulkan gelombang besar.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, speed sampai tujuan di Tanjung Selor. Pelabuhannya cukup ramai dan menghubungkan dengan beberapa tujuan lain tanpa harus melewati Tarakan. demikianlah perjalanan pertama saya menggunakan speed. sangat menyenangkan dan perlu mencoba tujuan lain yang lebih jauh. #ojokurangpiknik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartu e-money tidak terbaca? Mudah saja solusinya.

Pengalaman memiliki beberapa kartu jenis lain dari ATM ini, memberi kita kemudahan termasuk harus memastikan kehandalan fungsinya secara benar. Sebagai sarana pembayaran yang sah sesuai dengan peruntukannya yang di atur bank sentral kita, kartu seukuran atm ini mudah untuk didapat dan digunakan, selama fungsi magnetiknya masih kuat :). Hampir semua bank di Indonesia punya kartu jenis ini dengan beragam namanya, fungsinya sama saja. E-money punya Bank Mandiri, Brizzi punya BRI, Flash punya BCA dan masih banyak lainnya. Secara tampilan kartu ini dapat di kustom sesuai pemesan, tentu saja lewat bank penyedia. Kembali kepada pengalaman menggunakan kartu ini, saya pegang E-money sejak sekitar 2012, dapat pas acara Mandiri Run di jakarta sebagai bagian benefit bagi peserta. Desain masih standar warna coklat, dengan fungsi sebagai alat pembayaran yang masih terbatas saat itu. Untuk mengisi saldo bisa via atm dan pernah saya gunakan untuk bayar belanja di minimarket. Setelah sekian lama jarang

17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/Tulungagung. Sebenarnya ada banyak pilihan untuk perjalanan tersebut lbh cepat sampai, bisa kereta maupun pesawat udara. Namun saya lebih memilih naik bus karena memang sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh dengan moda ini, dan ingin mencoba nya lagi tentu saja dengan lewat beberapa tol di Jawa. Bus milik armada Harapan Jaya (Harja) kali ini yang saya pilih, karena memang memiliki reputasi bagus dalam bidang ini. Sebelumnya saya sempat mencari banyak informasi tentang trayek ini, pilihan armada dan perusahaan penyedianya. Selain Harja, saya menemukan armada Gunung Harta dan Lorena. Harga sekitar Rp 240.000,- hingga Rp 355.000,- tergantung kelas yang dipilih. Secara umum armada tersebut berangkat dari Bogor kisaran jam 11 hingga 13 siang.  H-3 keberangkatan saya sempat hubungi nomor WA agen Harja Bogor yang berada di Tajur, untuk mem

Local Guides Perk

Hobi utak-atik peta, khususnya Google Maps membawa banyak manfaat. Salah satu produk Google ini memberikan poin bagi pengguna (istilahnya kontributor) yang suka menandai tempat tertentu, mengunggah foto dan lain sebagainya. Ada level tertentu sesuai poin yang bisa kita dapatkan. Setiap level ada manfaat dan bonusnya masing-masing. Beberapa diantaranya potongan menginap di hotel, potongan naik bus hingga voucer belanja.  Salah satu yang paling menarik dan menantang adalah di undang dalam Google Local Guides Connect Live, yang tahun 2020 ini rencananya dilaksanakan di Bay Arena, California. Google memfasilitasi tiket, dan akomodasi sepenuhnya dalam acara tersebut, info lengkapnya di  https://www.localguidesconnect.com/  , ayo ikut mencoba mendapatkan tiketnya :). Bicara level, alhamdulillah karena rajin menandai, unggah foto, hingga mengedit lokasi, saya sudah sampai level sembilan, dengan poin sekitar delapan puluh delapan ribu, mendekati level 10 di angka seratus ribu. Namun i