Popular Posts

6 Dec 2018

Hutan Mangrove dan Bekantan Tarakan


Selain terkenal dengan riwayat minyaknya, Tarakan sebagai kota pulau memiliki beberapa ciri khas lain yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah adanya kawasan konservasi Mangrove dan Bekantan nya.

Berlokasi di kawasan Gusher, tak jauh dari simpang tiga, lokasi ini mudah dijangkau. Sekitar empat kilometer dari bandara Internasional Juwata Tarakan. Tiket masuk lokasi ini adalah lima ribu untuk dewasa dan tiga ribu rupiah untuk anak-anak dan pelajar/mahasiswa. 

Objek ini biasanya ramai di akhir pekan, banyak anak sekolah maupun mahasiswa yang sengaja di arahkan gurunya untuk melakukan kegiatan luar sekolah di sini. Mahasiswa biasanya melakukan pengamatan ragam flora dan fauna di ekosistem ini.

Beragam jenis tanaman bakau ada di kawasan ini, sengaja dilestarikan dan dilengkapi ragamnya guna menjaga keberlangsungan tumbuhan unik ini. Sebagaimana kita ketahui, mangrove memiliki kekuatan akar yang mampu menahan ombak bahkan mereduksi kekuatan gelombang Tsunami.

Ragam mangrove di lokasi ini bisa menjadi objek rekreasi dan edukasi sekaligus pelestarian alam. Bisa dikatakan, lokasi ini merupakan andalan wisata Kota Paguntaka. Lokasi ini sudah tertata dengan apik, papan kayu yang sebagian besar dari kayu ulin di sepanjang objek menjadi penghubung, yang mengelilingi lokasi ini. Ada pula jalan yang sudah di cor beton pada bagian belakang lokasi ini. 

Baiknya ke objek ini pagi sekitar jam sembilan sampai jam makan siang, karena sekitar jam sepuluh merupakan saatnya menyaksikan momen harian yang menarik, saat jam makan Bekantan. Pada lokasi yang sudah di atur, diletakkan beberapa tandan pisang yang langsung di serbu begitu ditinggalkan petugas. Selain jam sepuluh pagi, juga ada di jam empat sore. Jangan lupa membawa bekal ke lokasi ini, meskipun di dekat loket masuk ada kios penjual makanan dan minuman. Bahkan sambil sarapan pun juga bisa dilakukan, seperti yang kami lakukan kemarin. Mampir dulu di warung nasi kuning, membeli beberapa makanan dan minuman. Sangat nikmat sarapan di tengah hutan mangrove, meskipun sesekali aroma lumpur menghampiri. Tak masalah :), hati gembira, piknik murah meriah di Kota Tarakan.       

25 Nov 2018

Guruku

Hari ini, 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Begitulah pemerintah menetapkan nya sejak beberapa waktu yang lalu.

Kemarin kita mungkin menjumpai beberapa bapak ibu guru yang berseragam PGRI melaksanakan upacara peringatan tersebut. Tidak hanya di negara kita, hari guru juga dilaksanakan diberbagai negara lain, namun berbeda tanggalnya. Tidak menjadi sebuah masalah.

Esensi yang perlu kita perhatikan terkait peringatan ini tentu saja bukan semata upacaranya, namun lebih dari itu. Beberapa hari yang lalu kebetulan dengan teman kita membicarakan bagaimana beban seorang guru yang tidak ringan, bahkan dengan ragam kurikulum yang sekarang ini digunakan. Kemudian penerapannya diberbagai daerah yang belum tentu sama, mengingat fasilitas dan sarana yang belum merata. Apakah kemudian kita menyerah karna keberadaan alat yang belum sama? Tentu saja tidak, karna kembali pada yang menentukan adalah manusianya, sosok guru tersebut.

Pembahasan yang lain tentu jamak sudah kita ketahui, terkait kesejahteraan mereka. Bagi yang sudah PNS ataupun sertifikasi ataupun keduanya, tidaklah perlu kita khawatir kesejahteraannya. Bagi yang masih honorer, bahkan bertahun-tahun ini bagaimana kelanjutannya. Tidak usah menyalahkan siapapun. Di satu sisi pemerintah membutuhkan mereka karna faktanya sekolah kekurangan guru. Tinggal bagaimana kesungguhan negara memberikan perhatian kepada mereka. Jangan hanya sibuk perhatian pada saat menjelang pemilu saja, namun solusi jangka panjangnya untuk mengakhiri rantai panjang nasib honorer yang diperlukan.

Selamat hari guru bagi bapak ibu guruku semua, terimakasih atas ilmu yang telah engkau berikan. Semoga kami bisa meneruskan langkah mulia kalian.

19 Nov 2018

Pantai Binalatung

Lapangan Pasir

Sebuah objek wisata pantai yang sudah cukup tertata di Tarakan. Bagian sisi timur pulau Tarakan yang di kelola secara pribadi oleh kelompok masyarakat. Tempat ini cukup luas dan sudah di tata dan di kelola dengan baik. Tanaman Cemara sebagai peneduh sangatlah cocok untuk menikmati semilirnya angin laut.

Objek ini biasanya ramai di akhir pekan untuk liburan bersama keluarga maupun kegiatan sekolah atau rekan kerja. Lokasinya mudah dijangkau dari kota dan jalan sudah mulus. Berada di kawasan pantai Amal Baru, dapat di tempuh dengan setengah jam perjalanan dari kota Tarakan. 

Pantai ini merupakan kawasan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, dengan menanami pohon cemara dan sejenisnya sehingga membuat kawasan ini sejuk. Lokasi parkir tersedia di pinggir jalan raya dan akses menuju pantai ini berupa jembatan beton kecil. tiket masuk kawasan ini lima ribu rupiah dan parkir mobil tiga ribu rupiah.

Kolam Renang Anak-anak
Selain kawasan pantainya  yang adem, pengelola juga menyediakan aneka ragam makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Sangat nikmat dan segar duduk di tepi pantai sambil minum es degan maupun gorengan yang tersedia. Tersedia pula kolam mini untuk anak-anak berenang.

Rombongan sekolah ataupun kampus biasanya menggunakan kawasan ini di hari sabtu minggu guna berkegiatan bersama, pun masyarakat dengan berbagai aktivitas liburnya. Pantai ini buka setiap hari dari pagi hingga sore. 
Gubuk Tepi Pantai

18 Oct 2018

Komentar

Manusia membawa karakternya ke manapun, dimanapun. Baik saat masih menjadi orang biasa, atau telah menjadi luar biasa. Kita dibesarkan oleh lingkungan dan memiliki pengaruh yang kita rasakan sampai dewasa, bahkan tua.

Dalam hidup pastilah sebagai makhluk sosial kita berinteraksi dengan orang lain, bisa jadi lebih muda maupun sebaliknya. Bisa juga lebih "tinggi" maupun lebih "rendah" kedudukannya di bandingkan kita (dalam sudut pandang mata manusia). Namun apakah boleh kita selalu menilai orang lain, bahkan dengan enaknya menganggap yang lain lebih rendah, atau kurang segalanya dibandingkan kita. Ini yang sering tidak kita sadari. Betapa mudahnya mencari kekurangan orang, sementara kita selalu merasa lebih baik, lebih benar darinya.

Saya rasa kita perlu sering merenung atas hal ini, mengapa? Kita tidak pernah lepas berinteraksi dengan siapapun, kita bisa jadi saat ini dibutuhkan orang, namun siapa pun tahu di lain waktu kita pasti akan membutuhkan orang lain. Janganlah kita mudah mengeluarkan komentar yang tidak baik terhadap siapapun, bahkan menasehati orang juga ada trik-trik nya. Ingat, mulut kita satu, telinga dua, maka lebih baik banyak mendengar daripada banyak bicara. Watuk bisa di obati, namun Watak susah untuk diubah.

2 Oct 2018

Kota Angin Mamiri


Papan penanda pulau

Berkunjung pertama kali ke kota ini beberapa waktu yang lalu. Bandara Hasanuddin terletak di luar kota, lebih tepatnya di Kabupaten Maros. Untuk menuju ke Makassar di tempuh sekitar satu jam menggunakan taksi maupun ojek online yang tersedia secara tertutup di bandara. Jalan tolnya mulus seperti umumnya di Jawa. Sesampai di hotel dan menaruh barang, teman-teman langsung mengajak jalan ke pulau Samalona, sebuah pulau kecil di tengah laut. Untuk menuju ke sana dapat ditempuh dengan perahu sewa dari pelabuhan Popsa, demikian masyarakat menyebutnya. Sewa perahu durasi tiga jam dengan isi empat sampai enam orang sekitar empat ratus ribu. Perjalanan ke pulau tersebut sekitar setengah jam yang menawarkan pemandangan laut dan langit yang membiru, sangatlah indah.

Sesampainya di sana, pasir putih menyambut dengan hangat kala senja tiba. Beberapa warga lokal mengampiri, menawarkan alat selam dan baju renang dengan harga terjangkau. Memang untuk menikmati keindahan tempat ini, dengan merasakan langsung menyelam di laut. Dengan ombak yang tenang dan pantai yang landai, cocok untuk berenang dan menyelam di sore hari. Pulau ini tidak terlalu luas, cukup sekitar setengah jam mengelilinginya. Tersedia juga beberapa penginapan dengan harga kisaran seratus ribu per malam.

Pasir Pantai Putih Samalona




Selepas dari Samalona, perahu menuju Gusung Laelae Caddi, untuk mengelilingi sebentar karena malam telah tiba. Setibanya di pelabuhan, perut lapar terasa langsung menemukan penawarnya, tak jauh dari pelabuhan Popsa. Ragam pilihan menu ikan dan masakan khas Makassar/Bugis tersedia. Menu ikan merupakan menu andalan, cocok untuk makan malam.




Objek lain yang saya kunjungi di kota pelabuhan ini adalah benteng Port Rotterdam, yang juga tak jauh dari pantai. Benteng ini merupakan bangunan VOC/Hindia Belanda pada masa dahulu, untuk mengamankan jalur perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Maluku menuju Batavia dan selanjutnya ke negara Eropa. Benteng ini masih megah berdiri, dengan tembok nan tebal, dan juga bangunan perkantoran didalamnya. Ada salah satu sudut istimewa di sini, yang dulu merupakan ruang tahanan Pangeran Diponegoro saat diasingkan hingga akhir hayatnya. Sayangnya kita tidak bisa masuk ke dalam, karna petugas jaganya kebetulan tidak ada. Benteng ini sekarang selain menjadi sebuah living museum, juga menjadi tempat menyimpan berbagai koleksi penanda jaman pada saat itu. Ragam hasil budaya masyarakat Bugis, Bone dan sekitarnya tersimpan rapi dalamnya.




Museum La Galigo yang terletak dalam kompleks benteng ini terdiri atas dua lantai, dan sudah tertata secara rapi koleksinya. Seolah kita mengikuti mesin waktu menuju pada jaman kerajaan dan kolonial pada masa itu.





Halaman tengah benteng ini pada sore hari sering digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat sekitar untuk menikmati senja hingga malam tiba, sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga, teman sekolah, maupun mahasiswa yang membuka lapak perpustakaan keliling.   




Selain benteng, Makassar juga memiliki Museum Kota Makassar yang tidak jauh dari kantor walikota Makassar. Berisi koleksi yang menceritakan perkembangan kota Makassar dan walikota yang pernah memimpin kota angin ini. Koleksinya cukup banyak, baju dan kain khas suku bugis tertata dengan apik, demikian juga penanda perkembangan kota. Meskipun demikian, museum ini menurut saya agak sepi, mungkin karna terlalu pagi pada saat ke sana. J

Kain Khas Makassar 
Sebelum meninggalkan kota ini, ada bainya mampir ke toko oleh-oleh seputaran jalan Pattimura, kita akan menemukan aneka kain khas bugis, termasuk juga makanan dan kerajinan setempat. Pas banget untuk tanda mata dari kota ini. Demikian, terima kasih. www.twitter.com/sasjend





27 Sep 2018

Batik Air Seharian di Udara

Batik Air di pagihari

Penerbangan pagi hingga sore menggunakan armada Batik menuju Ambon. Transit di Ibu Kota dan Makassar. Total sekitar tujuh jam di udara.  Perjalanan ini menggunakan armada Airbus A320-200 CEO dengan usia pesawat rata-rata tujuh bulan. Konfigurasi kursi adalah 144 ekonomi dan 12 bisnis, total 156 kursi, dan perbaris ada 6 penumpang (3-3).


Pesawat ini dilengkapi dengan fasilitas layar monitor 8 inch di masing-masing kursi dengan banyak pilihan hiburan. Film, Acara TV, Musik, Dokumenter, dan Games, Olahraga (Bola). Film pun juga tersedia sangat banyak pilihan. Mulai dari Film Barat/Hollywood, Film China, Film Indonesia, Film Malaysia, Film Malayalam, Film Bollywood, Film Tamil, Film Telugu, Film Punjabi, dan Film anak-anak. Selain itu juga disediakan majalah Batik yang cukup informatif dengan tampilan yang elegan.

In Flight Entertainment 

Majalah Batik

Sangat menarik memang sajian yang diberikan maskapai ini. Tersedia juga dokumenter sejarah Lion Grup yang cukup interaktif. Sajian makan yang diberikan juga sangat pas. Dua kali menu makan berat dan satu kali roti daging disajikan dengan minum teh hangat dan air putih. Kebetulan penerbangan kali ini harus transit dua kali, sehingga total tiga kali terbang dan kesemuanya menggunakan Batik Air. Sajian di dalam kabin memuaskan dan sesuai dengan harga yang di bayar. 



Keseluruhan sangat memuaskan menggunakan maskapai ini untuk perjalanan panjang. Plus minusnya masing-masing ada kalau dibandingkan dengan GIA. Terima kasih

Trenggalek di Kompas

Lihat Tweet @hariankompas: https://twitter.com/hariankompas/status/1041172067608027136?s=09

23 Jul 2018

Membaca dan Di Baca

Sebagai manusia kita membawa karakter kita kemanapun dan kapanpun. Karakter ini biasanya terbentuk dari lingkungan yang membesarkan kita, maupun pada umumnya di mana kita memilih "teman".
Semua memiliki kontribusi masing-masing dengan fleksibilitas yang tinggi. Namun demikian yang paling besar adalah lingkungan kita.
Bagaimanapun pada akhirnya orang akan memasuki fase bekerja untuk menghidupi diri sendiri maupun keluarga. Karakter yang telah kita miliki pun akan tampak jelas pada fase ini. Sisi pragmatisme dunia kerja umumnya tinggi. Budaya kerja bangsa kita belum bisa memberikan kepastian objektifitas nilai. Di akui maupun tidak, budaya kerja kita masih banyak dibumbui unsur-unsur kepentingan diri sendiri.
Kembali pada karakter kita masing-masing, kita menilai orang dan sebaliknya juga menilai seseorang berdasarkan pengalaman bekerja bersama, belum tentu bekerjasama. Inilah poin penting yang harus diperhatikan agar nilai positif yang kita miliki dapat tertular pada lingkungan kerja kita.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kita wajib berusaha dan berdoa. Untuk itu kita tidak boleh putus asa seandainya pun ada sesuatu yang belum terwujud. Termasuk apabila kita merasa terdzolimi oleh orang lain, ingat, hati hatilah terhadap rasa, karena itu adalah sisi manusia. Kembali kan padaNya agar kita lebih bahagia. mampu berdamai pada diri sendiri itulah hakikat manusia.

22 Jul 2018

Sambel Korek Tarakan

Rumah makan khas sambel korek ini menyajikan ragam makanan ayam, bebek, ikan dan sebagainya dengan pilihan sambal yang sangat banyak.
Rumah makan di daerah Diponegoro ini ramai dikunjungi menjelang siang hingga malam.
Menjadi pilihan menarik untuk makan bersama rekan kerja maupun keluarga. Harga terjangkau dan pas di kantong.

Setengah lusin di tahun 2001

https://youtu.be/rzzdG88f7Mo

Sebuah momen tak terlupakan bagi Milanisti saat Derby Milano pada saat itu. Memang kondisinya agak jauh berbeda dengan @acmilan saat ini, namun yakin satu saat akan kembali pada level seperti biasanya. 

Film Menarik, PPDB ala SKTM

IMG-20180710-WA0018

Mungkin momen PPDB sudah lewat beberapa saat yang lalu. Namun kita rasanya perlu menengok ke belakang sebentar melalui film India yang berjudul Hindi Medium (2017). Meski bukan film baru, namun rasa-rasanya jalan ceritanya sangat cocok dengan kondisi yang kita lihat bersama pada saat masa pendaftaran sekolah. Lika-liku pendaftaran dan berbagai jalan yang ditempuh demi mendapatkan sekolah sesuai harapan orang tua terutama.

Jalan legal maupun ilegal ditampilkan begitu baik melalui cerita film ini. Jika mau dibandingkan, tampaknya fenomena hiruk pikuk orang tua mencari sekolah di India dan di Indonesia kurang lebih sama.

Bagaimana pun jika kita mau mengambil hikmah cerita film yang hampir nyata ini, bahkan juga nyata adanya adalah: persiapan PPDB jauh-jauh hari, mental anak dan orang tua harus di tata dan terakhir pahami ketentuan dan patuhilah, tanpa coba melanggar ketentuan yang sudah dibuat. Jangan memaksakan anak-anak masuk sekolah melalui cara-cara ilegal, demi masa depan mereka.

Bersaing secara fair baik anak maupun orang tuanya. Sekolah favorit mulai dihilangkan, ketentuan zonasi mendekatkan anak dengan sekolah. Saya pun pernah merasakan memilih sekolah yang dekat dengan rumah adalah pilihan logis. Meskipun punya nilai yang cukup untuk masuk sekolah 'favorit' pada saat itu. Pengalaman membuktikan, jujur pada diri sendiri tanpa harus mengambil hak orang lain dengan segala cara adalah pengalaman yang baik untuk masa depan.

Click https://wp.me/pMleF-8q

Kapten Tim yg Kemungkinan tetap Pindah

https://m.liputan6.com/amp/3596154/hukuman-dibatalkan-bek-tangguh-ac-milan-tetap-ingin-hijrah

Sujiwo Tejo, Jawa Pos Minggu

Kali ini link tulisan Mbah Jiwo di hapus Lihat Tweet @sudjiwotedjo: https://twitter.com/sudjiwotedjo/status/1020807319691464704?s=09

Google Maps Amazing

Lihat Tweet @kengarex: https://twitter.com/kengarex/status/1020797077490753537?s=09

21 Jul 2018

Bukalapak Sini

Saya mengajakmu bergabung ke Bukalapak dan memberikanmu Credits Rp10.000. Gunakan kode MOHAMMAD_SASMITA2QJR. Cek: www.bukalapak.com/rf/mohammad_sasmita2qjr

Rapat Komite Sekolah


                 

Kali ini menghadiri rapat komite sebuah sekolah menengah pertama negeri. Sekolah yg terletak agak jauh dari kota ini merupakan sekolah yang relatif baru. Sebagai bagian mendekati pemukiman nelayan dengan harapan anak-anak mereka tidak harus jauh ke kota untuk belajar.

Rapat komite dihadiri sekitar 40% orang tua wali yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Rapat dipimpin oleh ketua komite yang cukup aktif dan komunikatif, sehingga pertemuan berjalan dengan baik dan lancar. Kendala-kendala sekolah terkait pendidikan dan pembiayaan nya dapat dikomunikasikan dengan baik. Respon orang tua wali pun begitu bagus, sehingga komunikasi dua arah berjalan lancar. Membangun kesepahaman memang diperlukan skill dan pengetahuan yang baik untuk mencapai tujuan bersama.

20 Jul 2018

Menulis mudah dan memudahkan

Seringkali kita susah untuk menuliskan sesuatu, terkadang ide selintas lalu muncul. Namun pada saat jemari mulai menekan tombol huruf, begitu mudahnya terhenti tanpa tahu harus menulis apa.
Yang paling penting menurut saya sebenarnya adalah kita ikuti saja kata hati kita mau menulis apa, soal nanti mau di rubah atau di revisi adalah hal yang sangat mudah.
So, kenapa harus menunda menulis yang bermanfaat?

AC Milan lolos turun Liga Eropa

Berita bagus bagi penggemar Olahraga sepakbola, khususnya klub AC Milan. Kabar malam ini menyatakan bahwa klub legendaris Eropa tersebut diperbolehkan turun di ajang liga Eropa musim depan, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman larangan tampil karena tidak mampu memenuhi ketentuan keuangan yang baik.
Tentu saja kabar menggembirakan ini di sambut dengan antusias oleh para penggemar di tengah kabar akan hengkanyanya beberapa pemain kunci, salah satunya karena larangan bermain di liga Eropa.
Kita tunggu saja siapa pemain yang akan masuk memperkuat tim ini.
Semoga semakin berkelas.

21 Mar 2018

Kuta


IMG_20180319_155337

Sudah bukan rahasia lagi jika Bali merupakan destinasi wisata terbaik Indonesia, bahkan di dunia. Hal ini tentu saja tidak sekedar memiliki objek wisata, namun juga kesungguhan seluruh komponen yang ada di sini.

Pulau ini memang mempesona, bahkan sebelum kaki ini menjejakkan di atasnya. Dari jendela pesawat tampak jajaran sawah dan pegunungan yang masih terjaga.


IMG_20180319_160240

Setiba di sini, keramahan khas budaya timur yang alami langsung terasa. Suasana yang tenang dan mempesona, serta jalan yang teratur tentu membuat nyaman siapa saja.

Kawasan Kuta khususnya, meskipun pernah di goncang insiden beberapa tahun lalu, tetap menunjukkan keistimewaannya. Tentu saja sebagai objek wisata dunia, segala pernik dan kebutuhan ragam bangsa tersedia. Namun semuanya saling menghormati. Tidak usah memaksakan diri makan di resto berjajar di sekitar jalan utama jika memang tujuan kita adalah untuk menyegarkan diri. Banyak rumah makan/warung lokal yang halal, dan juga menjadi jujugan wisman yang berkantong cekak. Tidak ada masalah. Sejatinya semua yang datang ke sini bisa dipastikan memiliki tujuan sama, menikmati keindahan alam dan budaya pulau dewata. Tidak perlu diperdebatkan lagi.

Kalaupun mereka kemudian beraktivitas lain, tentu saja kita berharap tetap nilai positif bagi kita. Tidak perlu merasa paling baik atau paling tinggi norma kita. Satu kuncinya, saling menghormati dan menghargai. Jangan segan menyapa mereka dengan senyum tulus kita. Tidak harus menggunakan bahasa lisan, karena senyum adalah bahasa segala bangsa, termasuk bangsa kita, Indonesia.

IMG_20180319_175321 IMG_20180319_181747 

9 Mar 2018

Pasar Apung Banjarmasin

Untuk kedua kalinya mengunjungi Ibu Kota Kalimantan Selatan setelah dua belas tahun.:). Kunjungan pertama pada waktu itu mengunjungi sejumlah objek di seputaran kota dan yang agak jauh ke Martapura. Tidak terlalu banyak yang bisa diingat pada kunjungan pertama tersebut kecuali kenangan akan masjid-masjidnya, baik di Banjarmasin maupun Martapura.

Ibukota Kalimantan Selatan ini memiliki banyak pilihan objek untuk dikunjungi, namun tentu saja yang paling terkenal adalah pasar apungnya (Lok Ba Intan dan Kuin). Ingat iklan salah satu tv swasta pada tahun 2000an khan???, itu lho ibu-ibu penjual di pasar apung tunjukkan jempolnya, sesuai tagline tv tersebut.  :)

Dermaga Perahu
Perahu Klotok
Kali kedua di kota ini dalam beberapa hari, tentu saja yang sangat berkesan bagi saya adalah mengunjungi pasar apungnya, suatu yang harus dilakukan jika ke sini, tentu saja. Untuk menuju pasar apung Lok Ba Intan, akses yang digunakan pada umumnya adalah perahu Klotok bermesin diesel. Berangkat dari dermaga yang tidak jauh dari masjid raya Banjarmasin. Sebelum subuh perahu klotok sudah menyusuri sungai menuju Pasar Lok Ba Intan, pasar apung yang terkenal di Kalimantan Selatan. Perjalan menyusur sungai di kala masih gelap ini sangatlah mengasikkan. Kurang lebih satu jam susur sungai dengan meilihat berbagai aktivistas warga, sampailah di tujuan. Puluhan perahu langsung menghampiri dan menawarkan aneka dagangan khas pasar tradisional.


      

Hampir semua pedagang adalah ibu-ibu yang menawarkan ragam buah dan hasil kebunya. Buah khas Kalimantan dan makanan setempat disajikan secara terbuka di atas perahu masing-masing. Tawar menawar sangat diperbolehkan, bahkan harus kalau menurut saya. Rata-rata buah dan hasil ikan ditawarkan sekitar sepuluh sampai duapuluh ribu, sementara barang kerajinan berupa kapal kayu, boneka dan tas sekitar lima puluh sampai seratus ribu.  

Sarapan kue-kue khas setempat dan juga minuman juga tersedia, tinggal kita pilih sambil menikmati suasana yang sangat asyik ini. Berfoto pun juga boleh, sambil kita ikut naik perahu penjual tentu saja, jangan lupa membeli beberapa dagangan ibunya :). Dengan ramahnya mereka akan menyambut kita, meminjami topi lebar bahkan dayung yang sudah disiapkan agar kita ikut merasakan sensasinya mendayung di sungai. 


Sekitar dua jam menikmati suasana tersebut sudah cukup bagi kita. Tak lupa tentu saja membeli buah dan ikan keringnya. Perjalanan kembali ke kota Banjarmasin matahari sudah agak tinggi, tak jauh dari dermaga kita dapat menikmati sajian khas soto banjar yang sangat memikat, dekat kantor militer. Silahkan mencoba. Matur Nuwun.


17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/T...