Langsung ke konten utama

Pasar Apung Banjarmasin

Untuk kedua kalinya mengunjungi Ibu Kota Kalimantan Selatan setelah dua belas tahun.:). Kunjungan pertama pada waktu itu mengunjungi sejumlah objek di seputaran kota dan yang agak jauh ke Martapura. Tidak terlalu banyak yang bisa diingat pada kunjungan pertama tersebut kecuali kenangan akan masjid-masjidnya, baik di Banjarmasin maupun Martapura.

Ibukota Kalimantan Selatan ini memiliki banyak pilihan objek untuk dikunjungi, namun tentu saja yang paling terkenal adalah pasar apungnya (Lok Ba Intan dan Kuin). Ingat iklan salah satu tv swasta pada tahun 2000an khan???, itu lho ibu-ibu penjual di pasar apung tunjukkan jempolnya, sesuai tagline tv tersebut.  :)

Dermaga Perahu
Perahu Klotok
Kali kedua di kota ini dalam beberapa hari, tentu saja yang sangat berkesan bagi saya adalah mengunjungi pasar apungnya, suatu yang harus dilakukan jika ke sini, tentu saja. Untuk menuju pasar apung Lok Ba Intan, akses yang digunakan pada umumnya adalah perahu Klotok bermesin diesel. Berangkat dari dermaga yang tidak jauh dari masjid raya Banjarmasin. Sebelum subuh perahu klotok sudah menyusuri sungai menuju Pasar Lok Ba Intan, pasar apung yang terkenal di Kalimantan Selatan. Perjalan menyusur sungai di kala masih gelap ini sangatlah mengasikkan. Kurang lebih satu jam susur sungai dengan meilihat berbagai aktivistas warga, sampailah di tujuan. Puluhan perahu langsung menghampiri dan menawarkan aneka dagangan khas pasar tradisional.


      

Hampir semua pedagang adalah ibu-ibu yang menawarkan ragam buah dan hasil kebunya. Buah khas Kalimantan dan makanan setempat disajikan secara terbuka di atas perahu masing-masing. Tawar menawar sangat diperbolehkan, bahkan harus kalau menurut saya. Rata-rata buah dan hasil ikan ditawarkan sekitar sepuluh sampai duapuluh ribu, sementara barang kerajinan berupa kapal kayu, boneka dan tas sekitar lima puluh sampai seratus ribu.  

Sarapan kue-kue khas setempat dan juga minuman juga tersedia, tinggal kita pilih sambil menikmati suasana yang sangat asyik ini. Berfoto pun juga boleh, sambil kita ikut naik perahu penjual tentu saja, jangan lupa membeli beberapa dagangan ibunya :). Dengan ramahnya mereka akan menyambut kita, meminjami topi lebar bahkan dayung yang sudah disiapkan agar kita ikut merasakan sensasinya mendayung di sungai. 


Sekitar dua jam menikmati suasana tersebut sudah cukup bagi kita. Tak lupa tentu saja membeli buah dan ikan keringnya. Perjalanan kembali ke kota Banjarmasin matahari sudah agak tinggi, tak jauh dari dermaga kita dapat menikmati sajian khas soto banjar yang sangat memikat, dekat kantor militer. Silahkan mencoba. Matur Nuwun.


Komentar

  1. Kalimantan Selatan provinsi paling kecil di Kalimantan, tetapi punya fasilitas yang lengkap, tak jarang orang Kalimantan Tengah belanja di Banjarmasin, karena kota dengan pelabuhan terdekat dari Surabaya dan Makassar.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kartu e-money tidak terbaca? Mudah saja solusinya.

Pengalaman memiliki beberapa kartu jenis lain dari ATM ini, memberi kita kemudahan termasuk harus memastikan kehandalan fungsinya secara benar. Sebagai sarana pembayaran yang sah sesuai dengan peruntukannya yang di atur bank sentral kita, kartu seukuran atm ini mudah untuk didapat dan digunakan, selama fungsi magnetiknya masih kuat :). Hampir semua bank di Indonesia punya kartu jenis ini dengan beragam namanya, fungsinya sama saja. E-money punya Bank Mandiri, Brizzi punya BRI, Flash punya BCA dan masih banyak lainnya. Secara tampilan kartu ini dapat di kustom sesuai pemesan, tentu saja lewat bank penyedia. Kembali kepada pengalaman menggunakan kartu ini, saya pegang E-money sejak sekitar 2012, dapat pas acara Mandiri Run di jakarta sebagai bagian benefit bagi peserta. Desain masih standar warna coklat, dengan fungsi sebagai alat pembayaran yang masih terbatas saat itu. Untuk mengisi saldo bisa via atm dan pernah saya gunakan untuk bayar belanja di minimarket. Setelah sekian lama jarang

17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/Tulungagung. Sebenarnya ada banyak pilihan untuk perjalanan tersebut lbh cepat sampai, bisa kereta maupun pesawat udara. Namun saya lebih memilih naik bus karena memang sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh dengan moda ini, dan ingin mencoba nya lagi tentu saja dengan lewat beberapa tol di Jawa. Bus milik armada Harapan Jaya (Harja) kali ini yang saya pilih, karena memang memiliki reputasi bagus dalam bidang ini. Sebelumnya saya sempat mencari banyak informasi tentang trayek ini, pilihan armada dan perusahaan penyedianya. Selain Harja, saya menemukan armada Gunung Harta dan Lorena. Harga sekitar Rp 240.000,- hingga Rp 355.000,- tergantung kelas yang dipilih. Secara umum armada tersebut berangkat dari Bogor kisaran jam 11 hingga 13 siang.  H-3 keberangkatan saya sempat hubungi nomor WA agen Harja Bogor yang berada di Tajur, untuk mem

Local Guides Perk

Hobi utak-atik peta, khususnya Google Maps membawa banyak manfaat. Salah satu produk Google ini memberikan poin bagi pengguna (istilahnya kontributor) yang suka menandai tempat tertentu, mengunggah foto dan lain sebagainya. Ada level tertentu sesuai poin yang bisa kita dapatkan. Setiap level ada manfaat dan bonusnya masing-masing. Beberapa diantaranya potongan menginap di hotel, potongan naik bus hingga voucer belanja.  Salah satu yang paling menarik dan menantang adalah di undang dalam Google Local Guides Connect Live, yang tahun 2020 ini rencananya dilaksanakan di Bay Arena, California. Google memfasilitasi tiket, dan akomodasi sepenuhnya dalam acara tersebut, info lengkapnya di  https://www.localguidesconnect.com/  , ayo ikut mencoba mendapatkan tiketnya :). Bicara level, alhamdulillah karena rajin menandai, unggah foto, hingga mengedit lokasi, saya sudah sampai level sembilan, dengan poin sekitar delapan puluh delapan ribu, mendekati level 10 di angka seratus ribu. Namun i