Langsung ke konten utama

Guruku

Hari ini, 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Begitulah pemerintah menetapkan nya sejak beberapa waktu yang lalu.

Kemarin kita mungkin menjumpai beberapa bapak ibu guru yang berseragam PGRI melaksanakan upacara peringatan tersebut. Tidak hanya di negara kita, hari guru juga dilaksanakan diberbagai negara lain, namun berbeda tanggalnya. Tidak menjadi sebuah masalah.

Esensi yang perlu kita perhatikan terkait peringatan ini tentu saja bukan semata upacaranya, namun lebih dari itu. Beberapa hari yang lalu kebetulan dengan teman kita membicarakan bagaimana beban seorang guru yang tidak ringan, bahkan dengan ragam kurikulum yang sekarang ini digunakan. Kemudian penerapannya diberbagai daerah yang belum tentu sama, mengingat fasilitas dan sarana yang belum merata. Apakah kemudian kita menyerah karna keberadaan alat yang belum sama? Tentu saja tidak, karna kembali pada yang menentukan adalah manusianya, sosok guru tersebut.

Pembahasan yang lain tentu jamak sudah kita ketahui, terkait kesejahteraan mereka. Bagi yang sudah PNS ataupun sertifikasi ataupun keduanya, tidaklah perlu kita khawatir kesejahteraannya. Bagi yang masih honorer, bahkan bertahun-tahun ini bagaimana kelanjutannya. Tidak usah menyalahkan siapapun. Di satu sisi pemerintah membutuhkan mereka karna faktanya sekolah kekurangan guru. Tinggal bagaimana kesungguhan negara memberikan perhatian kepada mereka. Jangan hanya sibuk perhatian pada saat menjelang pemilu saja, namun solusi jangka panjangnya untuk mengakhiri rantai panjang nasib honorer yang diperlukan.

Selamat hari guru bagi bapak ibu guruku semua, terimakasih atas ilmu yang telah engkau berikan. Semoga kami bisa meneruskan langkah mulia kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/Tulungagung. Sebenarnya ada banyak pilihan untuk perjalanan tersebut lbh cepat sampai, bisa kereta maupun pesawat udara. Namun saya lebih memilih naik bus karena memang sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh dengan moda ini, dan ingin mencoba nya lagi tentu saja dengan lewat beberapa tol di Jawa.
Bus milik armada Harapan Jaya (Harja) kali ini yang saya pilih, karena memang memiliki reputasi bagus dalam bidang ini. Sebelumnya saya sempat mencari banyak informasi tentang trayek ini, pilihan armada dan perusahaan penyedianya. Selain Harja, saya menemukan armada Gunung Harta dan Lorena. Harga sekitar Rp 240.000,- hingga Rp 355.000,- tergantung kelas yang dipilih. Secara umum armada tersebut berangkat dari Bogor kisaran jam 11 hingga 13 siang. 

H-3 keberangkatan saya sempat hubungi nomor WA agen Harja Bogor yang berada di Tajur, untuk memperoleh infor…

Local Guides Perk

Hobi utak-atik peta, khususnya Google Maps membawa banyak manfaat. Salah satu produk Google ini memberikan poin bagi pengguna (istilahnya kontributor) yang suka menandai tempat tertentu, mengunggah foto dan lain sebagainya. Ada level tertentu sesuai poin yang bisa kita dapatkan. Setiap level ada manfaat dan bonusnya masing-masing. Beberapa diantaranya potongan menginap di hotel, potongan naik bus hingga voucer belanja. 

Salah satu yang paling menarik dan menantang adalah di undang dalam Google Local Guides Connect Live, yang tahun 2020 ini rencananya dilaksanakan di Bay Arena, California. Google memfasilitasi tiket, dan akomodasi sepenuhnya dalam acara tersebut, info lengkapnya di https://www.localguidesconnect.com/ , ayo ikut mencoba mendapatkan tiketnya :).
Bicara level, alhamdulillah karena rajin menandai, unggah foto, hingga mengedit lokasi, saya sudah sampai level sembilan, dengan poin sekitar delapan puluh delapan ribu, mendekati level 10 di angka seratus ribu. Namun itu bukan t…

Soetta ke Bandung dengan Primajasa

Mudik Lebaran 2019 ini hampir sama dengan tahun yang lalu, via Jakarta dan Bandung. Pada tahun ini dari Soetta menuju Bandung saya mempergunakan Bus sebagai sarana penghubung, sedikit berbeda dengan tahun yang lalu dengan kereta api.

Banyak pilihan moda transportasi dari Bandara terbesar di Indonesia ini, mulai dari travel, kereta api hingga bus. Untuk Bus sendiri ada banyak operator yang mengoperasikannya, namun saya memilih Primajasa karena sudah pernah menggunakan sebelumnya dengan tujuan yang berbeda.


Primajasa sendiri di bandara Soekarno Hatta bisa kita naik dari terminal 1B dan Terminal 3. Bus tujuan Bandung tersedia setiap setengah jam, sehingga memudahkan bagi penumpang. Asyiknya dengan bus ini adalah tempat duduk sudah ditentukan sejak kita membeli tiket di loketnya, yang tercetak di tiket masing-masing. Setiap penumpang mendapatkan air mineral sebagai teman perjalanan. Tiket Soetta ke Bandung seharga 115 ribu. Ketika naik, bus full penumpang, baik yang pulang kerja maupun mudi…