Guruku

Hari ini, 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Begitulah pemerintah menetapkan nya sejak beberapa waktu yang lalu.

Kemarin kita mungkin menjumpai beberapa bapak ibu guru yang berseragam PGRI melaksanakan upacara peringatan tersebut. Tidak hanya di negara kita, hari guru juga dilaksanakan diberbagai negara lain, namun berbeda tanggalnya. Tidak menjadi sebuah masalah.

Esensi yang perlu kita perhatikan terkait peringatan ini tentu saja bukan semata upacaranya, namun lebih dari itu. Beberapa hari yang lalu kebetulan dengan teman kita membicarakan bagaimana beban seorang guru yang tidak ringan, bahkan dengan ragam kurikulum yang sekarang ini digunakan. Kemudian penerapannya diberbagai daerah yang belum tentu sama, mengingat fasilitas dan sarana yang belum merata. Apakah kemudian kita menyerah karna keberadaan alat yang belum sama? Tentu saja tidak, karna kembali pada yang menentukan adalah manusianya, sosok guru tersebut.

Pembahasan yang lain tentu jamak sudah kita ketahui, terkait kesejahteraan mereka. Bagi yang sudah PNS ataupun sertifikasi ataupun keduanya, tidaklah perlu kita khawatir kesejahteraannya. Bagi yang masih honorer, bahkan bertahun-tahun ini bagaimana kelanjutannya. Tidak usah menyalahkan siapapun. Di satu sisi pemerintah membutuhkan mereka karna faktanya sekolah kekurangan guru. Tinggal bagaimana kesungguhan negara memberikan perhatian kepada mereka. Jangan hanya sibuk perhatian pada saat menjelang pemilu saja, namun solusi jangka panjangnya untuk mengakhiri rantai panjang nasib honorer yang diperlukan.

Selamat hari guru bagi bapak ibu guruku semua, terimakasih atas ilmu yang telah engkau berikan. Semoga kami bisa meneruskan langkah mulia kalian.

Comments

Popular posts from this blog

Reschedule Garuda yg Menyenangkan

Soetta ke Bandung dengan Primajasa

17 Jam bersama Harapan Jaya