Popular Posts

27 Sep 2019

17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/Tulungagung. Sebenarnya ada banyak pilihan untuk perjalanan tersebut lbh cepat sampai, bisa kereta maupun pesawat udara. Namun saya lebih memilih naik bus karena memang sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh dengan moda ini, dan ingin mencoba nya lagi tentu saja dengan lewat beberapa tol di Jawa.

Bus milik armada Harapan Jaya (Harja) kali ini yang saya pilih, karena memang memiliki reputasi bagus dalam bidang ini. Sebelumnya saya sempat mencari banyak informasi tentang trayek ini, pilihan armada dan perusahaan penyedianya. Selain Harja, saya menemukan armada Gunung Harta dan Lorena. Harga sekitar Rp 240.000,- hingga Rp 355.000,- tergantung kelas yang dipilih. Secara umum armada tersebut berangkat dari Bogor kisaran jam 11 hingga 13 siang. 


H-3 keberangkatan saya sempat hubungi nomor WA agen Harja Bogor yang berada di Tajur, untuk memperoleh informasi jam keberangkatan dan tempat duduk yang tersedia. Saat itu saya dapat kelas Eksekutif dengan harga Rp. 270.000,- dengan jam keberangkatan 11.20. Selang sehari sebelum keberangkatan, iseng-iseng saya buka aplikasi red bus, dan mendapat info promo potongan Rp 50.000,- untuk setiap pemesanan tiket, maka saya pesanlah. Setelah berhasil dan saya bayar dengan transfer, maka saya konfirmasi ke wa agen harapan jaya, bahwa pemesanan saya sebelumnya dibatalkan, karena sudah pesan melalui aplikasi.      

Hari H saya berangkat agak awal dari penginapan menuju pool Harapan Jaya, karena jalur depan hotel kena aturan satu arah setiap week end, jadi harus menyesuaikan. Sekitar jam sembilan kurang sepuluh saya sampai di pool Harapan Jaya di Tajur, Bogor. Tampak sekitar enam armada terparkir rapi di halaman pool tersebut, dan beberapa diantaranya masih dibersihkan oleh kru.


Di meja pemesanan, saya konfirmasi dan kemudian dicetakkan tiket yang saya telah pesan oleh petugasnya. Belum ramai pool Harja pagi itu. tampak beberapa kru masih beristirahat menunggu jam keberangkatan yang masih sekitar dua jam lagi. Sambil menunggu saya sempatkan ambil gambar beberapa armada yang terparkir. Sebenarnya saya berharap bisa naik Harja double deck, yang belum lama di luncurkan. Namun tampaknya tidak ada armada tersebut dari pool Tajur.







Jam sebelas kurang dikit, kami di minta naik ke bus. Menunggu beberapa saat, sekitar jam 11.17 armada Harja bernomor 18 mulai meninggalkan pool Tajur. Dengan tiga kru dan lima penumpang memulai perjalanan. Bus ini tidak langsung menuju ke arah timur, namun ke sekitar Bogor hingga Jakarta. Pertama singgah ke terminal Baranangsiang (sampai lokasi jam 11.35), kemudian singgah di agen Bogor (12.11). Selanjutnya di terminal Jatijajar, Depok (12.57), kemudian singgah di terminal Kampung Rambutan (13.47) dan terakhir berhenti di pool Harja Pasar Rebo (14.30). Di pool Pasar Rebo ini saya menemui armada bus Harja double deck. Saya hanya bisa mengambil gambar, dan berharap satu saat nanti bisa naik bus model ini


Lanjut dari pool Pasar Rebo, armada Harja yang sudah terisi lebih dari separuh langsung memulai perjalanan panjangnya menuju ke timur. Melalui tol timur, bus ini berjalan stabil cenderung lambat (mungkin standarnya demikian), sehingga sering di dahului armada bus lain. Berjalan sekitar empat jam 22 menit, sampailah Harja di persinggahan RM Aroma (19.04), daerah Pangenan, Cirebon. Makan ala prasmanan bersama segelas teh manis hangat menemani. Sekalian bisa melaksanakan ibadah di tempat ini.

Sekitar setengah jam kemudian armada Harja lanjut ke timur melalui tol Kanci-Palimanan. Bus sempat singgah sejenak di RM Sari Rasa (22.00) di daerah Jenarsari, Kendal. Di sini penumpang tidak turun, hanya awak bus yang singgah sebentar. Selanjutnya Harja menuju selatan setelah melewati sisi luar Semarang, melalui jalur Semarang-Boyolali untuk masuk area Solo Raya. Setelah menurunkan penumpang di Sragen, bus ini langsung menuju RM Duta 1 (01.36), di Ngawi guna mendapatkan servis makan ke dua.

Setelah itu bus tidak melalui tol, menyusuri kota Ngawi dengan terminal Kertonegoro-nya (Didi Kempot, mode On https://www.youtube.com/watch?v=EvWnyrBJvpI). Sesampainya di Madiun, bus ini lanjut ke selatan menuju Kota Reog. Singgah sejenak di terminal Seloaji di Ponorogo, kemudian lanjut menuju Trenggalek. Masuk terminal Trenggalek pada 04.31, dan akhirnya saya turun di tujuan akhir pada 05.05. Total perjalanan sekitar tujuh belasan jam. Sebagian besar dalam mode sleep on karena kecapean kegiatan selama tiga hari di Royal Safari Garden.

Over all saya merasa puas dengan pelayanan Harja dalam perjalanan panjang ini. Tempat duduk yang nyaman (kapasitas 34 seat), dengan toilet untuk kencing dan ada juga smoking room yang cukup nyaman buat menemani perjalanan. Kru nya ramah dan sangat membantu.

Terima kasih Harja http://www.poharapanjaya.com/ , semoga lain kali bisa nyoba bus tingkatnya. Sampai jumpa lagi.

#bismania #harapanjaya


26 Sep 2019

Samsung A50 yang ....

Berbicara brand Samsung tentu saja bukan sesuatu yang baru kemarin sore. Produsen asal Korea Selatan ini sudah sekian lama memiliki posisi penting dalam kancah bidang elektronik, lebih khusus di pergawaian. Saya kali ini akan menulis pengalaman menggunakan produk dari Samsung, khususnya gawai. 

Seumur-umur hingga saat ini, saya baru dua kali beli produk Samsung. Yang pertama sekitar delapan tahun yang lalu saat android belum begitu booming, masih jamannya blackberry yang merajai saat itu. Saya lupa persisnya jenis gawai Samsung yang saya pakai saat itu. (setelah buka google photos ketemu dech, samsung champs duos tepatnya).


Bentuknya sudah layar sentuh, ukuran sekitar 3,5 inchi. Namun os nya masih belum android. Sudah cukup buat telpon dan kirim pesan singkat. Beberapa aplikasi tambahan sudah sangat menarik pada saat itu, meskipun belum sebanyak seperti di play store seperti saat ini. Cukuplah buat komunikasi dan medsos pada saat itu. Harganya sekitar lima ratus ribuan di tahun 2010. Saya lupa akhirnya gawai itu ke mana, biasanya kalo tidak dijual ya di kasih saudara. Seingat saya, ganti dari Samsung karena dapat gawai lungsuran dari sodara juga, saat itu dapat ganti blackberry kl ga salah, ya begitulah. :)

Pasca gunakan blackberry sekian waktu, produk dari negeri tirai bambu banyak mewarnai dunia pergawai an Saya, terutama siaomay, begitulah saya sebut. Kenapa tidak pilih Samsung? Inilah satu kata yang selalu muncul dibenak. Entah kenapa, saya selalu berasusmsi bahwa produk Samsung, khususnya android, tidak jauh beda kualitas nya dibanding punya siaomay. Mulai dari kualitas fisik hingga konten isinya, sama-sama android, ya sebelas dua belaslah. Yang membedakan hanyalah merk dan Harganyaaaa :). Dengan uang sekitar dua jutaan, kita bisa dapat produk siaomay yang setara dengan Samsung dengan range harga empat jutaan, bahkan lebih. Jadi untuk apa harus bayar mahal demi sebuah brand, itu yang selalu saya pikirkan. 

Namun entah kenapa, beberapa waktu yang lalu, saya akhirnya kembali mencoba untuk pilih Samsung, khususnya tipe A50 ini. Pertama, saya sudah bandingkan setidaknya tiga jenis gawai setipe, mulai dari siaomay note 7 hingga realme 3 pro. Semua setara dari spek dan sebagainya. Namun khusus siaomay note 7, seperti barang ghoib, susah carinya. Selain itu juga agak merasa sedikit bosan dengan fitur standarnya, yang gak jauh beda antara satu dengan yang lain. Untuk realme, saya tidak berani ambil karna kameranya terlalu jahat, menurut saya. Mo gimana lagi, silahkan buktikan sendiri :) 



Pilihan jatuh pada Samsung A50, produk mid high range (hihi) yang baru diluncurkan awal 2019 ini. Begitu ramainya pasar, hingga banyak ulasan atas produk ini di YouTube. Harganya yang terjangkau, untuk kelas Samsung dan kualitas kamera menjadi andalan, setidaknya ga jahat-jahat amat. Spesifikasi dalamnya mumpuni buat main game spek tinggi. Layarnya jernih tidak kurang suatu apapun. Hanya merasa agak nge lag saat buka Facebook, terutama bila foto. Entah yang bermasalah Facebook nya atau si Samsung ini. Yang jelas kameranya begitu memuaskan untuk ambil gambar nan luas dan lapang.

Over all merasa puas dengan produk ini dengan sejuta fiturnya. Namun yang tidak puas adalah karena, baru dua minggu unboxing, sudah keluar adiknya, A50S dengan harga kurang lebih sama, namun menang kamera dan NFC nya. Memang ga jauh-jauh amat sih beda speknya dengan si A50. Tapi .........  

14 Jun 2019

Soetta ke Bandung dengan Primajasa

Mudik Lebaran 2019 ini hampir sama dengan tahun yang lalu, via Jakarta dan Bandung. Pada tahun ini dari Soetta menuju Bandung saya mempergunakan Bus sebagai sarana penghubung, sedikit berbeda dengan tahun yang lalu dengan kereta api.

Banyak pilihan moda transportasi dari Bandara terbesar di Indonesia ini, mulai dari travel, kereta api hingga bus. Untuk Bus sendiri ada banyak operator yang mengoperasikannya, namun saya memilih Primajasa karena sudah pernah menggunakan sebelumnya dengan tujuan yang berbeda.


Primajasa sendiri di bandara Soekarno Hatta bisa kita naik dari terminal 1B dan Terminal 3. Bus tujuan Bandung tersedia setiap setengah jam, sehingga memudahkan bagi penumpang. Asyiknya dengan bus ini adalah tempat duduk sudah ditentukan sejak kita membeli tiket di loketnya, yang tercetak di tiket masing-masing. Setiap penumpang mendapatkan air mineral sebagai teman perjalanan. Tiket Soetta ke Bandung seharga 115 ribu. Ketika naik, bus full penumpang, baik yang pulang kerja maupun mudik.


Bus ini melewati jalur tol mulai dari bandara hingga kota Bandung, sehingga perjalanan sekitar tiga jam sudah sampai. Enaknya juga bagi penumpang adalah, bus ini tidak bisa angkut dan turunkan penumpang di sembarang tempat. Harus sesuai ketentuan yaitu di lokasi pemberhentian yang telah ditentukan. Jika awak bus berani naik atau turunkan tidak sesuai ketentuan, akan dikenakan skors satu bulan. Hal ini membuat nyaman dan aman semuanya.

Tujuan akhir Bandung, penumpang bisa memilih turun di pool Primajasa Caringin maupun Batununggal. Kebetulan saya memilih turun di Batununggal yang lebih dekat dengan pusat kota. Saat menunggu jemputan di Batununggal, saya istirahat di konter Primajasa yang buka hampir 24 jam. Di sana saya lihat ada form pembelian tiket, sesuai dengan waktu dan tujuan yang kita pilih. Kesimpulannya naik Primajasa dari Soetta ke Bandung sangatlah nyaman, pelayanan bagus dan memuaskan. Hatur Nuhun.



8 May 2019

Nasi Katok di Bandar Sri Begawan


Kali ini bulan puasa bahas makanan praktis ala negeri Sultan, yang tempat jualnya mirip-mirip fast food ala negeri kita.

Ingat, namanya Nasi Katok, bukan nasi kotak. Lokasi belinya saat itu di terminal bandar raya Sri Begawan, (semacam terminal sentral kalo di KL, atau terminal Tirtonadi di Solo). Kedai Nasi Katok Seri Mama Express namanya. Menyajikan makanan cepat Ayam Goreng plus nasi dan sambal secukupnya. Nasi nan hangat menambah nikmatnya makanan tersebut. Sambalnya juga pas, mirip-mirip sambal goreng rumahan bikinan sendiri.

Bisa makan di tempat maupun di bungkus, dengan harga sekitar satu dolar brunai, yang kursnya selalu disamakan dengan dolar singapura. Murah dan Nikmat tentunya. Patut di coba saat jalan ke negeri ini.

27 Apr 2019

Buku Bagus tentang AC Milan


Check out @sasjend’s Tweet:
https://twitter.com/sasjend/status/1121698046973104129?s=09

Sebuah buku yang mengupas luar dalam tentang @acmilan terutama dalam hal manajemen ekonominya. Setidaknya memberikan gambaran bagaimana pengelolaan sesbuah klub dengan berbagai macam lika-likunya.

Sebagai penggemar klub legendaris ini, kiranya perlu untuk membaca lebih dalam buku ini, di saat kondisi prestasi yang tengah terpuruk, sebagai Milanisti kita mesti bersabar. :)  

14 Feb 2019

Reschedule Garuda yg Menyenangkan

Mudik akhir tahun 2018 kemarin telah saya rencanakan sejak lama, terutama urusan cuti kantor dan tentu saja tiket. Urusan cuti sudah beres, ada sisa cuti yang bisa saya tangguhkan untuk tahun 2019 ini. Kali ini mudik dalam rangka cuti akhir tahun sekaligus ada acara keluarga. Tiket mudik berdua sudah saya beli sejak pertengahan tahun melalui aplikasi https://www.tokopedia.com/ yang saat itu ada promo cash back sekitar 20% dari harga tiket. Tiket dua orang saya pesan masing-masing dengan kode booking yang berbeda. Untuk mengoptimalkan cashback, tentu saja. :)

Tiket yang saya ambil menggunakan maskapai Garuda Indonesia https://www.garuda-indonesia.com/id/id/ untuk tanggal 24 Desember, dengan rute Tarakan ke Yogyakarta, transit satu kali di Balikpapan. Sesuai jadwal berangkat jam 09.40 waktu setempat, sampai tujuan jam 13.20 waktu setempat. Hanya sekitar tiga jam perjalanan sudah sampai, itupun termasuk transit. Penerbangan ini menggunakan pesawat jet Bombardier CRJ1000. Pesawat pensil yang unik, menurut saya.

Namanya manusia, kita bisa merencanakan, namun Allah yang menentukan. Sekitar dua minggu sebelum hari H. Saya dapat kabar via pesan pendek dari call center Garuda-BPN, yang menyebutkan penerbangan saya dari Balikpapan ke Yogyakarta ditunda 24 jam alias mundur ke hari berikutnya. Silahkan hubungi call center 08041807807 untuk lebih jelasnya. Agak kaget juga dapat pesan seperti itu. Saya tidak langsung hubungi call center, namun mulai cari info bagaimana untung ruginya dapat kasus seperti itu. Yang jelas kalau transit dan harus nunggu 24 jam untuk penerbangan berikutnya, saya rugi waktu libur cuti tentu saja. Meskipun belum ada agenda yang penting pada tanggal itu. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, biasanya kita dapat kompensasi menginap atas hal itu. Namun saya pertimbangan tidak terlalu menarik, mending sudah sampai di jogja lebih awal. 

Tiga hari setelah terima pesan singkat call center tersebut, saya hubungi nomor yang tertera. Di awal saya cek ulang apakah yang dijadwalkan ulang hanya tiket dengan kode booking saya, atau sekaligus punya istri, mengingat kode booking yang berbeda. Ternyata dua-duanya dijadwalkan ulang, dengan alasan teknis penerbangan tanggal tersebut ditiadakan (biasanya karena jumlah penumpang sedikit). Ok. Kemudian saya minta solusi agar cuti saya tidak terpotong gara-gara perubahan jadwal penerbangan. Setelah menunggu sekitar 20 menit, disampaikan bahwa ada opsi, maju sehari, dengan perjalanan sama, namun ada biaya tambahan yang dibebankan pada saya. Waduhhh, tentu saja saya tolak, karena yang merubah jadwal bukan saya, namun Garuda. Lalu saya minta dicarikan penerbangan ke jogja, tanggal bisa maju, tetapi tidak ada biaya tambahan yang dibebankan ke penumpang. Setelah menunggu 20 menit kembali, disampaikan bahwa ada kursi untuk Tarakan Jogja, namun penerbangan transit dua kali, di Balikpapan dan Jakarta, tanpa ada biaya tambahan. Setelah lima detik saya pikir-pikir, akhirnya saya setuju opsi tersebut. Tak lama kemudian, perubahan tersebut diproses dan saya diberikan dua kode booking sesuai pesanan yang masuk ke email.

Hikmahnya, penerbangan saya maju sehari, bonus via Soetta (artinya kesempatan ajak istri transit di terminal tiga yang keren itu) meskipun lama perjalanan jadi sekitar delapan jam. Tak apalah, hitung-hitung jalan-jalan gratis dengan Garuda ke Soekarno-Hatta. Selain itu tidak ada biaya tambahan dari penumpang, tentu saja. Sekian. Terimakasih.

17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/T...