Samsung A50 yang ....

Berbicara brand Samsung tentu saja bukan sesuatu yang baru kemarin sore. Produsen asal Korea Selatan ini sudah sekian lama memiliki posisi penting dalam kancah bidang elektronik, lebih khusus di pergawaian. Saya kali ini akan menulis pengalaman menggunakan produk dari Samsung, khususnya gawai. 

Seumur-umur hingga saat ini, saya baru dua kali beli produk Samsung. Yang pertama sekitar delapan tahun yang lalu saat android belum begitu booming, masih jamannya blackberry yang merajai saat itu. Saya lupa persisnya jenis gawai Samsung yang saya pakai saat itu. (setelah buka google photos ketemu dech, samsung champs duos tepatnya).


Bentuknya sudah layar sentuh, ukuran sekitar 3,5 inchi. Namun os nya masih belum android. Sudah cukup buat telpon dan kirim pesan singkat. Beberapa aplikasi tambahan sudah sangat menarik pada saat itu, meskipun belum sebanyak seperti di play store seperti saat ini. Cukuplah buat komunikasi dan medsos pada saat itu. Harganya sekitar lima ratus ribuan di tahun 2010. Saya lupa akhirnya gawai itu ke mana, biasanya kalo tidak dijual ya di kasih saudara. Seingat saya, ganti dari Samsung karena dapat gawai lungsuran dari sodara juga, saat itu dapat ganti blackberry kl ga salah, ya begitulah. :)

Pasca gunakan blackberry sekian waktu, produk dari negeri tirai bambu banyak mewarnai dunia pergawai an Saya, terutama siaomay, begitulah saya sebut. Kenapa tidak pilih Samsung? Inilah satu kata yang selalu muncul dibenak. Entah kenapa, saya selalu berasusmsi bahwa produk Samsung, khususnya android, tidak jauh beda kualitas nya dibanding punya siaomay. Mulai dari kualitas fisik hingga konten isinya, sama-sama android, ya sebelas dua belaslah. Yang membedakan hanyalah merk dan Harganyaaaa :). Dengan uang sekitar dua jutaan, kita bisa dapat produk siaomay yang setara dengan Samsung dengan range harga empat jutaan, bahkan lebih. Jadi untuk apa harus bayar mahal demi sebuah brand, itu yang selalu saya pikirkan. 

Namun entah kenapa, beberapa waktu yang lalu, saya akhirnya kembali mencoba untuk pilih Samsung, khususnya tipe A50 ini. Pertama, saya sudah bandingkan setidaknya tiga jenis gawai setipe, mulai dari siaomay note 7 hingga realme 3 pro. Semua setara dari spek dan sebagainya. Namun khusus siaomay note 7, seperti barang ghoib, susah carinya. Selain itu juga agak merasa sedikit bosan dengan fitur standarnya, yang gak jauh beda antara satu dengan yang lain. Untuk realme, saya tidak berani ambil karna kameranya terlalu jahat, menurut saya. Mo gimana lagi, silahkan buktikan sendiri :) 



Pilihan jatuh pada Samsung A50, produk mid high range (hihi) yang baru diluncurkan awal 2019 ini. Begitu ramainya pasar, hingga banyak ulasan atas produk ini di YouTube. Harganya yang terjangkau, untuk kelas Samsung dan kualitas kamera menjadi andalan, setidaknya ga jahat-jahat amat. Spesifikasi dalamnya mumpuni buat main game spek tinggi. Layarnya jernih tidak kurang suatu apapun. Hanya merasa agak nge lag saat buka Facebook, terutama bila foto. Entah yang bermasalah Facebook nya atau si Samsung ini. Yang jelas kameranya begitu memuaskan untuk ambil gambar nan luas dan lapang.

Over all merasa puas dengan produk ini dengan sejuta fiturnya. Namun yang tidak puas adalah karena, baru dua minggu unboxing, sudah keluar adiknya, A50S dengan harga kurang lebih sama, namun menang kamera dan NFC nya. Memang ga jauh-jauh amat sih beda speknya dengan si A50. Tapi .........  

Comments

Popular posts from this blog

Reschedule Garuda yg Menyenangkan

Soetta ke Bandung dengan Primajasa

17 Jam bersama Harapan Jaya