Langsung ke konten utama

Local Guides Perk

Hobi utak-atik peta, khususnya Google Maps membawa banyak manfaat. Salah satu produk Google ini memberikan poin bagi pengguna (istilahnya kontributor) yang suka menandai tempat tertentu, mengunggah foto dan lain sebagainya. Ada level tertentu sesuai poin yang bisa kita dapatkan. Setiap level ada manfaat dan bonusnya masing-masing. Beberapa diantaranya potongan menginap di hotel, potongan naik bus hingga voucer belanja. 

Salah satu yang paling menarik dan menantang adalah di undang dalam Google Local Guides Connect Live, yang tahun 2020 ini rencananya dilaksanakan di Bay Arena, California. Google memfasilitasi tiket, dan akomodasi sepenuhnya dalam acara tersebut, info lengkapnya di https://www.localguidesconnect.com/ , ayo ikut mencoba mendapatkan tiketnya :).

Bicara level, alhamdulillah karena rajin menandai, unggah foto, hingga mengedit lokasi, saya sudah sampai level sembilan, dengan poin sekitar delapan puluh delapan ribu, mendekati level 10 di angka seratus ribu. Namun itu bukan tujuan utama. Prinsipnya setiap informasi dan unggahan kita harus bermanfaat, tidak sekedar kopi paste dan edit info di Gmaps untuk dapat poin, karena ada juga yang melakukan itu, dan hal itu terlarang. Secara sistem Google akan mengurangi poin kita apabila ditemukan pelanggaran/kecurangan. Mendingan pelan namun pasti, poin kita bertambah berdasar hasil karya sendiri, buka karena uplod foto orang lain atau kopas dari web untuk konten Gmaps. 

Saya sendiri sudah merasakan dan mendapatkan beberapa bonus dari Google tersebut. Namun yang utama (jalan2 ke amrik) belum :), semoga segera. Ada satu bonus yang banyak dinanti dan tidak setiap pengguna bisa mendapatkannya. Bonus kecil ini memang istimewa. Harganya bisa jadi tidak seberapa, namun pada dasarnya istimewa, Bonus ini berupa sepasang kaus kaki, yang secara filosofi bisa jadi menunjukkan bahwa dengan berpetualang kita selain mendapat kepuasan batin untuk diri kita, juga membawa manfaat untuk orang lain dengan memberikan informasi di Gmaps. Kaus kaki ini diberikan secara acak kepada para kontributor Gmaps. Saya sendiri "beruntung" mendapatkannya. Kabar gembiranya dikirim melalui email dari Google, saya terima sekitar minggu ke empat januari 2020. Setelah mengisi form terlampir berupa identitas lengkap, dikonfirmasi bahwa "Perk" akan tiba dalam waktu enam minggu. Setelah ditunggu dengan penuh harap, akhirnya sampailah kiriman Gmaps ini di awal maret 2020, pas sesuai perkiraan. Paket tiba dengan syarat ketentuan bayar bea cukai tujuh ribu rupiah :), ikhlas buat negara dah, hehe. Terkemas dalam amplop tebal, dikirim dari Turki. Sepasang kaus kaki cantik dari Google melengkapi kebahagiaan sebagai kontributor gmaps. Ini bukan soal harga, tapi kepuasan batin. Semoga tiket ke kantor Google dapat terwujud :). Amienn YRA.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

17 Jam bersama Harapan Jaya

Perjalanan darat yang telah lama tak saya lakukan. Kali ini saya memilih armada bus untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Trenggalek/Tulungagung. Sebenarnya ada banyak pilihan untuk perjalanan tersebut lbh cepat sampai, bisa kereta maupun pesawat udara. Namun saya lebih memilih naik bus karena memang sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh dengan moda ini, dan ingin mencoba nya lagi tentu saja dengan lewat beberapa tol di Jawa.
Bus milik armada Harapan Jaya (Harja) kali ini yang saya pilih, karena memang memiliki reputasi bagus dalam bidang ini. Sebelumnya saya sempat mencari banyak informasi tentang trayek ini, pilihan armada dan perusahaan penyedianya. Selain Harja, saya menemukan armada Gunung Harta dan Lorena. Harga sekitar Rp 240.000,- hingga Rp 355.000,- tergantung kelas yang dipilih. Secara umum armada tersebut berangkat dari Bogor kisaran jam 11 hingga 13 siang. 

H-3 keberangkatan saya sempat hubungi nomor WA agen Harja Bogor yang berada di Tajur, untuk memperoleh infor…

Soetta ke Bandung dengan Primajasa

Mudik Lebaran 2019 ini hampir sama dengan tahun yang lalu, via Jakarta dan Bandung. Pada tahun ini dari Soetta menuju Bandung saya mempergunakan Bus sebagai sarana penghubung, sedikit berbeda dengan tahun yang lalu dengan kereta api.

Banyak pilihan moda transportasi dari Bandara terbesar di Indonesia ini, mulai dari travel, kereta api hingga bus. Untuk Bus sendiri ada banyak operator yang mengoperasikannya, namun saya memilih Primajasa karena sudah pernah menggunakan sebelumnya dengan tujuan yang berbeda.


Primajasa sendiri di bandara Soekarno Hatta bisa kita naik dari terminal 1B dan Terminal 3. Bus tujuan Bandung tersedia setiap setengah jam, sehingga memudahkan bagi penumpang. Asyiknya dengan bus ini adalah tempat duduk sudah ditentukan sejak kita membeli tiket di loketnya, yang tercetak di tiket masing-masing. Setiap penumpang mendapatkan air mineral sebagai teman perjalanan. Tiket Soetta ke Bandung seharga 115 ribu. Ketika naik, bus full penumpang, baik yang pulang kerja maupun mudi…