Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pasar

Pasar Apung Banjarmasin

Untuk kedua kalinya mengunjungi Ibu Kota Kalimantan Selatan setelah dua belas tahun.:). Kunjungan pertama pada waktu itu mengunjungi sejumlah objek di seputaran kota dan yang agak jauh ke Martapura. Tidak terlalu banyak yang bisa diingat pada kunjungan pertama tersebut kecuali kenangan akan masjid-masjidnya, baik di Banjarmasin maupun Martapura. Ibukota Kalimantan Selatan ini memiliki banyak pilihan objek untuk dikunjungi, namun tentu saja yang paling terkenal adalah pasar apungnya (Lok Ba Intan dan Kuin). Ingat iklan salah satu tv swasta pada tahun 2000an khan???, itu lho ibu-ibu penjual di pasar apung tunjukkan jempolnya, sesuai tagline tv tersebut.  :) Dermaga Perahu Perahu Klotok Kali kedua di kota ini dalam beberapa hari, tentu saja yang sangat berkesan bagi saya adalah mengunjungi pasar apungnya, suatu yang harus dilakukan jika ke sini, tentu saja. Untuk menuju pasar apung Lok Ba Intan, akses yang digunakan pada umumnya adalah perahu Klotok bermesin diesel. Beran

KOIN ATAU PERMEN

Pernahkah Anda belanja dan mendapat uang kembalian berupa permen atau belanja namun tidak mendapat kembalian meski nominalnya kecil tanpa pernyataan apapun?. Ternyata korupsi bukan hanya dilakukan dalam skala besar saja. Korupsi kecil-kecilan banyak dilakukan. Salah satunya adalah tidak diberikannya sejumlah tertentu uang kembalian saat kita berbelanja di supermarket atau saat kita mengisi bahan bakar di SPBU. Bahkan mungkin saat kita membayar tagihan dari rumah sakit, tagihan rekening listrik dan juga telepon! Koin uang receh seratus rupiah seolah tidak berlaku lagi, sehingga uang kembalian dengan selisih seratus selalu dihapuskan. Misalkan kita membeli bahan bakar ‘full tank’, senilai Rp. 10.850, maka kita ditagih membayar 11.000. bisa juga nominal yang lebih besar juga, Tanpa pengembalian! Korupsi sudah menghinggapi semua lapisan struktur masyarakat, seperti kanker yang menggerogoti sistem kebudayaan kita. Memungut bayaran lebih dari yang sepatutnya dan menolak memberikan uang