Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tarakan

Reschedule Garuda yg Menyenangkan

Mudik akhir tahun 2018 kemarin telah saya rencanakan sejak lama, terutama urusan cuti kantor dan tentu saja tiket. Urusan cuti sudah beres, ada sisa cuti yang bisa saya tangguhkan untuk tahun 2019 ini. Kali ini mudik dalam rangka cuti akhir tahun sekaligus ada acara keluarga. Tiket mudik berdua sudah saya beli sejak pertengahan tahun melalui aplikasi https://www.tokopedia.com/  yang saat itu ada promo cash back sekitar 20% dari harga tiket. Tiket dua orang saya pesan masing-masing dengan kode booking yang berbeda. Untuk mengoptimalkan cashback, tentu saja. :) Tiket yang saya ambil menggunakan maskapai Garuda Indonesia  https://www.garuda-indonesia.com/id/id/ untuk tanggal 24 Desember, dengan rute Tarakan ke Yogyakarta, transit satu kali di Balikpapan. Sesuai jadwal berangkat jam 09.40 waktu setempat, sampai tujuan jam 13.20 waktu setempat. Hanya sekitar tiga jam perjalanan sudah sampai, itupun termasuk transit. Penerbangan ini menggunakan pesawat jet Bombardier CRJ1000. Pesawat

Hutan Mangrove dan Bekantan Tarakan

Selain terkenal dengan riwayat minyaknya, Tarakan sebagai kota pulau memiliki beberapa ciri khas lain yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah adanya kawasan konservasi Mangrove dan Bekantan nya. Berlokasi di kawasan Gusher, tak jauh dari simpang tiga, lokasi ini mudah dijangkau. Sekitar empat kilometer dari bandara Internasional Juwata Tarakan. Tiket masuk lokasi ini adalah lima ribu untuk dewasa dan tiga ribu rupiah untuk anak-anak dan pelajar/mahasiswa.  Objek ini biasanya ramai di akhir pekan, banyak anak sekolah maupun mahasiswa yang sengaja di arahkan gurunya untuk melakukan kegiatan luar sekolah di sini. Mahasiswa biasanya melakukan pengamatan ragam flora dan fauna di ekosistem ini. Beragam jenis tanaman bakau ada di kawasan ini, sengaja dilestarikan dan dilengkapi ragamnya guna menjaga keberlangsungan tumbuhan unik ini. Sebagaimana kita ketahui, mangrove memiliki kekuatan akar yang mampu menahan ombak bahkan mereduksi kekuatan gelombang Tsunami.

Binalatung, Sisi Timur Pulau Tarakan

Lapangan Pasir Sebuah objek wisata pantai yang sudah cukup tertata di Tarakan. Bagian sisi timur pulau Tarakan yang di kelola secara pribadi oleh kelompok masyarakat. Tempat ini cukup luas dan sudah di tata dan di kelola dengan baik. Tanaman Cemara sebagai peneduh sangatlah cocok untuk menikmati semilirnya angin laut. Objek ini biasanya ramai di akhir pekan untuk liburan bersama keluarga maupun kegiatan sekolah atau rekan kerja. Lokasinya mudah dijangkau dari kota dan jalan sudah mulus. Berada di kawasan pantai Amal Baru, dapat di tempuh dengan setengah jam perjalanan dari kota Tarakan.  Pantai ini merupakan kawasan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, dengan menanami pohon cemara dan sejenisnya sehingga membuat kawasan ini sejuk. Lokasi parkir tersedia di pinggir jalan raya dan akses menuju pantai ini berupa jembatan beton kecil. tiket masuk kawasan ini lima ribu rupiah dan parkir mobil tiga ribu rupiah. Kolam Renang Anak-anak Selain kawasan pantainya 

Menyeberang dengan SpeedBoat

Minggu kemarin saya melakukan perjalanan pertama kalinya dengan speedboat (selanjutnya di tulis speed saja - seperti halnya masyarakat disini mengejanya). perjalanan dari Tarakan menuju ke ibukota provinsi Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dapat ditempuh umumnya dengan dua moda, yakni darat dan laut (plus sungai). Penerbangan menuju Tarakan menggunakan pesawat jenis kecil saja untuk saat ini, yang sebenarnya harga tiketnya tidak terpaut jauh dengan speed yang 110 ribu sekali jalan. Sebelum berangkat dari pelabuhan speed Tarakan, kami membeli tiket di loket setelah pintu masuk pelabuhan. Kendaraan pengantar dapat masuk hingga mendekati sandaran speed. ada banyak rute pilihan dari pelabuhan speed Tarakan, antara lain menuju Tanjung Selor, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung. semua rute tersebut merupakan rute terjadwal, artinya setiap jam nya ada speed yang menuju tujuan tersebut dan sebaliknya. Masyarakat umumnya memilih moda ini karena lebih jelas jadwalnya, dibandingkan dengan pesa

Garuda Indonesia Pertama

Sebuah perjalanan dari kantor lebih tepatnya. Awal bulan september bersama teman kantor menuju Balikpapan untuk kegiatan beberapa hari. Proses pesan tiket secara online, cetak boarding pass dan masuk bandara seperti biasanya tidak ada masalah. Kami (lebih tepatnya saya) sengaja memilih Garuda Indonesia untuk penerbangan kali ini karena memang belum pernah :). Sesuai jadwal pesawat kami GA 663 jam 10.25 sudah take off. Jam sembilan kurang kami sudah check in, karena ada beberapa koper yang mesti masuk bagasi. Ruang tunggu bandara Juwata cukup ramai pada jam-jam pagi, tidak hanya ke arah Balikpapan sebagai bandara hub , namun juga ke Malinau dan Nunukan serta beberapa penerbangan perintis lainnya. Penerbangan kami sesuai info di webnya menggunakan pesawat Bombardier CRJ 1000 NG, sebuah pesawat jet kecil yang nampak efisien dan ekonomis untuk menghubungkan antar daerah relatif kecil namun memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang bagus ( termasuk Tarakan mestinya :) ). Saya m